Para peserta berfoto bersama di acara peluncuran Assessment Centre

Ajang bergengsi bagi para praktisi HR, The 7th Assessment Centre by Intipesan, sukses digelar pada 10–11 Juni 2026 di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta. Acara tahunan ini menjadi sangat spesial karena menjadi saksi peluncuran resmi (grand launching) dari Next Chapter: Game-Based Assessment (GBA), sebuah inovasi teknologi rekrutmen hasil kolaborasi Level Up powered by Agate dan Anvesana Research Institute.

Di hadapan para pemimpin HR dan praktisi assessment centre terkemuka di Indonesia, sesi bertajuk “Evolution of Assessment: Game-based Assessment” dipresentasikan dengan apik oleh Junialdi Dwijaputra (Head of Level Up powered by Agate) bersama Anjar Kartaputra, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Director of Anvesana Research Institute). Mereka membedah bagaimana gim kini bukan lagi sekadar hiburan, melainkan alat ukur psikologis yang sangat akurat.

Sorotan Utama di The 7th Assessment Centre: Mengapa Game-Based Assessment Mencuri Perhatian?

Selama ini, tantangan terbesar dalam proses seleksi karyawan adalah kejenuhan kandidat saat mengisi ratusan soal kuesioner (test fatigue) serta kecenderungan mereka untuk “memanipulasi” jawaban demi terlihat sempurna.

Di panggung The 7th Assessment Centre, Junialdi dan Anjar memaparkan bahwa Next Chapter Game-Based Assessment hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut. Alih-alih menyuruh kandidat mengisi kuesioner teks, platform ini mengajak kandidat masuk ke dalam ekosistem gim virtual.

Pemateri berbicara di acara Assessment Centre

Kemeriahan sesi presentasi Evolution of Assessment Game-based Assessment di panggung utama The 7th Assessment Centre Intipesan 2026

3 Area Kompetensi yang Diuji Lewat 17 Gim Interaktif

Tampilan presentasi platform Next Chapter Game-based Assessment

Pengunjung mencoba demo Next Chapter Game-Based Assessment di booth Level Up Agate pada acara The 7th Assessment Centre

Melalui demo produk yang dipamerkan sepanjang acara, para pengunjung dapat melihat bagaimana Next Chapter Game-Based Assessment memanfaatkan 17 gim kognitif serta 2 simulasi kantor dan kepemimpinan untuk membaca karakter asli kandidat secara objektif:

  • Tes Kognitif & Neuro-Sains: Mengukur kemampuan inti kandidat seperti memori kerja (working memory) untuk menyimpan dan memproses informasi, kecepatan berpikir (processing speed) dalam memahami situasi dan merespons dengan cepat, serta problem solving untuk melihat bagaimana kandidat menganalisis tantangan dan menemukan solusi. Selain itu, assessment ini juga membantu mengidentifikasi tingkat fokus, ketelitian, dan fleksibilitas berpikir kandidat saat menghadapi perubahan atau tekanan dalam situasi kerja.

Infografis permainan mini Cognitive Assessment dengan tujuh gim

Tes Kognitif & Neuro-Sains untuk Mengukur memori kerja, kecepatan berpikir, dan kelincahan kandidat dalam memecahkan masalah.

Infografis permainan mini berbasis neurosains dengan empat tipe

Tes Kognitif & Neuro-Sains untuk Mengukur memori kerja, kecepatan berpikir, dan kelincahan kandidat dalam memecahkan masalah.

  • Kepribadian Big Five: Menilai lima dimensi utama kepribadian, yaitu Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism, melalui tindakan nyata kandidat di dalam gim. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan melihat kecenderungan perilaku, pola interaksi, hingga cara kandidat beradaptasi dalam situasi tertentu secara lebih autentik dibandingkan kuesioner konvensional.

Infografis Assessment Report menampilkan jenis dan komponen laporan

Assessment Report berdasarkan penilaian kepribadian Big Five

  • Simulasi Kepemimpinan (Leadership): Kandidat ditantang untuk berperan sebagai manajer virtual dalam berbagai skenario kerja, mulai dari pengambilan keputusan strategis, pengelolaan tim, hingga penyelesaian konflik. Simulasi ini membantu mengidentifikasi gaya kepemimpinan, kemampuan problem solving, serta ketahanan kandidat saat bekerja di bawah tekanan.

Fase Simulation Assessment untuk operasi bisnis sehari-hari

Simulation Assesment yang menantang kandidat untuk berperasn sebagai manajer virtual

Rayakan Peluncuran, Level Up Buka Program Pilot Gratis!

Sebagai bagian dari perayaan grand launching di The 7th Assessment Centre, Level Up powered by Agate memberikan penawaran eksklusif bagi perusahaan yang ingin bertransformasi. Anda bisa mencoba Game-Based Assessment Pilot Project secara gratis langsung untuk posisi (job role) nyata yang sedang Anda cari.

Program pilot ini bersifat low-commitment, di mana skalanya akan dibantu dan disesuaikan langsung oleh tim Business Development Agate agar cocok dengan kebutuhan unik perusahaan Anda.

Daftar Uji Coba Gratis Anda Di Sini: s.agate.id/nextgba

Frequently Asked Questions (FAQ)

Mengapa Next Chapter Game-Based Assessment baru diluncurkan secara resmi di The 7th Assessment Centre?

Acara ini merupakan wadah berkumpulnya para praktisi assessment centre dan HR leaders terbesar di Indonesia. Momentum ini dinilai paling tepat untuk memperkenalkan evolusi alat ukur rekrutmen yang berbasis perilaku nyata kepada industri.

Apakah data hasil penilaian dari gim ini benar-benar bisa dipertanggungjawabkan?

Sangat bisa. Seluruh arsitektur gim di dalam Next Chapter Game-Based Assessment dirancang dan dikalibrasi ketat bersama psikolog dari Anvesana Research Institute untuk memastikan hasil asesmen tetap valid dan reliabel secara keilmuan.

Bagaimana cara perusahaan saya mengikuti program free pilot yang diumumkan di acara tersebut?

Cukup mengunjungi tautan resmi s.agate.id/nextgba dan mengisi formulir yang tersedia. Tim Level Up akan segera menghubungi Anda untuk menjadwalkan diskusi ruang lingkup pilot.

Jenis assessment apa saja yang ada di Next Chapter Game-Based Assessment?

Next Chapter Game-Based Assessment mencakup tiga area utama: Cognitive Assessment, Personality Assessment, dan Leadership Simulation. Mulai dari mengukur kemampuan berpikir, memahami kepribadian melalui Big Five, hingga melihat cara kandidat mengambil keputusan dan memimpin tim.

Apa bedanya Game-Based Assessment dengan assessment biasa?

Game-Based Assessment menilai kandidat lewat perilaku nyata saat bermain, bukan hanya jawaban kuesioner. Hasilnya lebih natural, minim bias, dan mengurangi test fatigue.